PELAPORAN DAN PENGUNGKAPAN
Diajukan Guna Melengkapi Tugas Mata Kuliah Akuntansi Internasional
Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma
Disusun Oleh:
· Ahmad Faisal (20213410)
· Emi Yuniarti (22213896)
· Kholifah Dyta Novian (24213842)
· Novi Nurpita (2B214881)
· Poppy Indah Wulan R. (26213873)
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA
BEKASI
A.
Pelaporan dan Pengungkapan
Standar dan praktik pengungkapan
dipengaruhi oleh sumber-sumber keuangan, undang-undang, berhubungan dengan
politik dan ekonomi, tingkat perkembangan ekonomi, pendidikan, budaya, dan
faktor-faktor lainnya. Perbedaan nasional dalam pengungkapan umumnya didorong
oleh perbedaan dalam tata kelola perusahaan dan keuangan. Di Amerika Serikat,
Inggris dan negara-negara Anglo Amerika lainnya, pasar ekuitas menyediakan
kebanyakan pendanaan yang dibutuhkan perusahaan sehingga menjadi sangat maju.
Perbedaan pengungkapan nasional
sebagian besar didorong oleh perbedaan di pengelolaan dan keuangan perusahaan.
Di kebanyakan negara-negara lain (seperti Prancis, Jepang dan beberapa negara
pasar yang berkembang), kepemilikan saham masih tetap sangat terkonsentrasi dan
bank (dan atau pemilik keluarga) secara tradisional menjadi sumber utama
pembiayaan perusahaan. Bank-bank ini, kalangan dalam dan lainnya memperoleh
banyak informasi mengenai posisi keuangan dan aktivitas perusahaan. (Reskino,
1997)
a.
Pengungkapan Sukarela
Manajer memiliki informasi yang
lebih baik dari pihak luar mengenai performa perusahaan mereka saat ini dan ke
depannya. Manajer berinisiatif untuk mengungkap informasi seperti itu secara
sukarela. Pemilihan pengungkapan manajer mencerminkan keseluruhan akibat
keperluan pengungkapan dan insentif mereka untuk menguraikan informasi dengan
sukarela. Sejumlah aturan, seperti aturan akuntansi dan pengungkapan, dan
pengesahan oleh pihak ketiga (seperti auditing) dapat memperbaiki berfungsinya
pasar. Aturan akuntansi mencoba mengurangi kemampuan manjer dalam mencatat
transaksi-transaksi ekonomi dengan cara yang tidak mewakili kepentingan terbaik
pemegang saham. Aturan pengungkapan menetapkan ketentuan-ketentuan untuk
memastikan bahwa para pemegang saham menerima informasi yang tepat waktu,
lengkap dan akurat.
b.
Ketentuan Pengungkapan Wajib
Bursa efek dan badan regulator
pemerintah umumnya mengharuskan perusahaan perusahaan asing yang mencatatkan
saham untuk memberi informasi keuangan dan informasi non keuangan yang sama
dengan yang diharuskan kepada perusahaan domestik. Setiap informasi yang
diumumkan, yang dibagikan kepada para pemegang saham atau yang dilaporkan
kepada badan regulator di pasar domestik. Namun demikian, kebanyakan negara tidak
mengawasi atau menegakkan pelaksanaan ketentuan ”kesesuaian pengungkapan antar
wilayah (yuridiksi).”
Perlindungan terhadap pemegang saham
berbeda antara satu negara dengan negara lain. Negara-negara Anglo Amerika
seperti Kanada, Inggris, dan Amerika Serikat memberikan perlindungan kepada
pemegang saham yang ditegakkan secara luas dan ketat. Sebaliknya, perlindungan
kepada para pemegang saham kurang mendapat perhatian di beberapa negara lain
seperti Cina contohnya, yang melarang insider
trading (perdagangan yang melibatkan kalangan dalam) sedangkan penegakan
hukum yang lemah membuat penegakan aturan ini hampir tidak ada.
c.
Kebutuhan Pengaturan Pengungkapan
Untuk melindungi investor, sebagian
besar bursa sekuritas menentukan laporan dan kebutuhan pengungkapan pada
perusahaan domestik dan asing yang mencari akses untuk pasar mereka.
Pengungkapan yang menyeluruh dan dapat dipercaya akan meningkatkan kepercayaan
investor, dimana akan meningkatkan likuiditas, mengurangi biaya transaksi, dan
meningkatkan kualitas pasar keseluruhan.
d.
Pembahasan Laporan Keuangan SEC
Amerika Serikat
Secara umum SEC mewajibkan pendaftar
asing untuk melengkapi informasi keuangan yang pada hakikatnya sama dengan yang
dibutuhkan perusahaan domestik. Syarat laporan keuangan SEC bagi perusahaan
asing menghalangi mereka dari pembuatan sekuritas mereka yang ada di AS,
sebaliknya sistem akuntansi dan pengungkapan terkini melindungi investor dan
memastikan kualitas pasar modal AS. (Reskino, 1997)
B.
Praktik Pelaporan dan Pengungkapan
Praktik pengungkapan laporan tahunan
memperlihatkan respons manajer terhadap kebutuhan pengungkapan dan insentif
mereka untuk menyediakan informasi laporan keuangan kepada pengguna secara
sukarela. (Reskino, 1997)
a.
Pengungkapan Informasi Progresif
Informasi progresif meliputi:
1.
Perkiraan pendapatan, laba rugi, arus kas, pengeluaran
modal, dan hal keuangan lainnya;
2.
Tujuan informasi mengenai kinerja dan posisi ekonomi masa
depan;
3.
Laporan program dan sasaran manajemen untuk usaha masa
depan.
Tujuan utama investor dan analis
tersebut adalah menilai pendapatan dan arus kas di masa depan.
b.
Pengungkapan Segmen
Permintaan investor akan informasi
mengenai hasil operasi dan keuangan segmen industri tergolong signifikan dan
semakin meningkat. Contoh, para analis keuangan di Amerika secara konsisten
telah meminta data laporan dalam bentuk disagregat yang jauh lebih detail dari
yang ada sekarang. Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS) juga
membahas pelaporan segmen yang sangat mendetail. Laporan ini membantu para
pengguna laporan keuangan untuk memahami secara lebih baik bagaimana
bagian-bagian dalam suatu perusahaan berpengaruh terhadap keseluruhan
perusahaan.
c.
Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial
Saat
ini perusahaan dituntut untuk menunjukkan rasa tanggung jawab kepada sekelompok
besar yang disebut sebagai pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders), karyawan, pelanggan,
pemasok, pemerintah, kelompok aktivis, dan masyarakat umum. Informasi mengenai
kesejahteraan karyawan telah lama menjadi perhatian bagi organisasi buruh.
Bidang permasalahan yang menjadi perhatian terkait dengan kondisi kerja,
keamanan pekerjaan, kesetaraan dalam kesempatan, keanekaragaman angkatan kerja
dan tenaga kerja anak-anak. Pengungkapan karyawan juga diminati oleh para
investor karena memberikan masukan berharga mengenai hubungan kerja, biaya, dan
produktivitas perusahaan.
d.
Pengungkapan Khusus bagi Pengguna
Laporan Keuangan Non-domestik dan Prinsip Akuntansi yang Digunakan
Laporan khusus untuk mengakomodasi
pengguna laporan keuangan non-domestik meliputi :
1.
“Laporan ulang yang mudah” tentang informasi keuangan ke
dalam mata uang asing;
2.
Pembahasan perbedaan antara prinsip akuntansi yang digunakan
dalam laporan keuangan utama dan beberapa ketetapan prinsip akuntansi lainnya;
3.
Posisi laporan keuangan ulang terbatas di ketetapan prinsip
akuntansi kedua
4.
Sebuah laporan keuangan lengkap disiapkan yang berhubungan
dengan ketetapan prinsip akuntansi kedua.
e.
Pengungkapan Pengelolaan Perusahaan
1.
Komponen dari rancangan kerja untuk memahami dan menilai pengelolaan
perusahaan adalah infrastruktur pasar, lingkungan hukum, pengaturan lingkungan,
dan informasi infrastruktur.
2.
Pengungkapan pengelolaan perusahaan mencakup laporan
bagaimana pemerintah mengelola informasi tentang jajaran direktur, dan sebuah
pembahasan pengendalian internal.
f.
Pengungkapan dan Laporan Bisnis di
Internet
1. World Wibe Web terus digunakan sebagai sebuah ruang penyebaran informasi,
dengan media cetak yang selalu mendapat peran kedua.
2. Sebuah perkembangan penting yang
akan memfasilitasi pelaporan bisnis melalui Web adalah Extensible Bussiness Reporting Language (XBRL) yaitu sebuah sistem
penamaan informasi atau data.
g.
Pengungkapan Laporan Tahunan di
Negara-negara dengan Pasar Baru Muncul.
Pengungkapan dalam laporan tahunan perusahaan
dari negara dengan pasar yang baru muncul biasanya kurang luas dan kurang dapat
dipercaya daripada perusahaan dari negara berkembang. Tingkat pengungkapan yang
rendah di negara-negara pasar berkembang tersebut konsisten dengan sistem tata
kelola perusahaan dan keuangan di negara-negara itu. Pasar ekuitas tidak
terlalu berkembang, bank dan pihak internal seperti kelompok keluarga
menyalurkan kebanyakan kebutuhan pendanaan dan secara umum tidak terlalu banyak
adanya kebutuhan akan pengungkapan publik yang kredibel dan tepat waktu, bila
dibandingkan dengan perekonomian yang lebih maju. Namun demikian, permintaan
investor atas informasi mengenai perusahaan yang tepat waktu dan kredibel di
Negara-negara pasar berkembang semakin banyak regulator memberikan respons
terhadap permintaan ini dengan membuat ketentuan pengungkapan yang lebih ketat
dan meningkatkan upaya-upaya pengawasan dan penegakan aturan.
h.
Implikasi bagi Para Pengguna Laporan
Keuangan dan Manajer.
Penguna laporan keuangan
mengharapkan tingkat pengungkapan dan praktik pelaporan keuangan yang luas
sehingga manajer harus dan sukarela mengungkapkan laporan keuangan. Para
manajer dari banyak perusahaan terus-menerus sangat dipengaruhi oleh biaya
pengungkapan informasi yang bersifat wajib, tingkat pengungkapan wajib maupun
sukarela semakin meningkat di seluruh dunia. Manajer di negara-negara yang
secara tradisional memiliki pengungkapan rendah harus mempertimbangkan apakah
menerapkan kebijakan peningkatan pengungkapan dapat memberikan manfaat dalam jumlah
yang signifikan bagi perusahaan mereka. Lagipula, para manajer yang memutuskan
untuk memberikan pengungkapan yang lebih banyak dalam bidang-bidang yang
dipandang penting oleh para investor dan analis keuangan, seperti pengungkapan
segmen dan rekonsiliasi, dapat memperoleh keunggulan kompetitif dari perusahaan
lain yang memiliki kebijakan pengungkapan yang ketat. (Reskino, 1997)
C.
Persoalan-Persoalan Penting yang Mempengaruhi Keputusan
Manajemen untuk Membuat Pengungkapan Keputusan.
Manajemen membutuhkan informasi
sebagai dasar pengambilan keputusan mereka. Sistem informasi mempunyai peranan
yang penting dalam menyediakan informasi untuk manajemen setiap tingkatan.
Tiap-tiap kegiatan dan keputusan manajemen yang berbeda membutuhkan informasi
yang berbeda. Oleh karena itu untuk dapat menyediakan informasi yang relevan
dan berguna bagi manajemen, maka pengembang sistem informasi harus memahami
terlebih dahulu kegiatan yang dilakukan oleh manajemen dan tipe keputusannya.
Salah satu tujuan utama pelaporan
keuangan adalah memasok informasi untuk pengambilan keputusan. Untuk itu
dibutuhkan pengungkapan data keuangan dan informasi relevan lainnya dengan cara
yang tepat. Berikut beberapa hal yang penting berkaitan dengan tentang pengungkapan
informasi keuangan (Reskino, 1997).
- Tentang
pada siapa informasi diungkapkan
- Tentang
tujuan informasi
- Tentang
seberapa banyak informasi yang harus diungkapkan
- Tentang
bagaimana informasi diungkapkan
- Tentang
waktu pengungkapan informasi.
a.
Kegiatan Manajemen
Kegiatan manajemen dihubungkan
dengan tingkatannya didalam organisasi dibagi menjadi 3 bagian (Reskino, 1997).
1.
Perencanaan Strategik
Merupakan
kegiatan manajemen tingkat atas, sebagai proses evaluasi lingkungan luar
organisasi, penerapan tujuan organisasi, dan penentuan strategi-strategi. Proses
evaluasi lingkungan luar organisasi merupakan lingkungan luar dapat
mempengaruhi jalannya organisasi, oleh karena itu manajemen tingkat atas harus
pandai mengevaluasinya, harus dapat bereaksi terhadap kesempatan yang diberikan
oleh lingkungan luar, misal produk baru, pasar baru. Selain itu manajemen
tingkat atas hrs tanggap terhadap tekanan-tekanan dari lingkungan luar yang
merugikan organisasi dan sedapat mungkin mengubah tekanan menjadi kesempatan.
Penetapan
tujuan adalah apa yg igin dicapai oleh organisasi berdasarkan visi yang
dimiliki oleh manajemen. Misalnya tujuan perusahaan adalah dalam waktu 5 tahun
menjadi penjual terbesar di dalam industri dengan menguasai 60% pasar.
Penentuan
strategi : Manajemen tingkat atas menentukan tindakan yang harus dilakukan oleh
organisasi dengan maksud untuk mencapai tujuannya. Dengan strategi semua
kemampuan yang berupa sumber daya dikerahkan supaya tujuan organisasi dapat
diraih.
2.
Pengendalian Manajemen
Sistem untuk meyakinkan bahwa organisasi
telah menjalankan strategi yang sudah ditetapkan secara efektif dan efisien.
Ini merupakan tingkatan taktik (tactical
level), yaitu bagaimana manajemen tingkat menengah menjalankan taktik
supaya perencanaan strategi dapat dilakukan dengan berhasil. Taktik yamg
dijalankan biasanya bersifat jangka pendek ± 1 tahun. Proses pengendalian
manajemen terdiri dari pembuatan program kerja, penyusunan anggaran,
pelaksanaan dan pengukuran, pelaporan dan analisis.
3.
Pengendalian Operasi
Sistem untuk meyakinkan bahwa
tiap-tiap tugas tertentu telah dilaksanakan secara efektif dan efisien. Ini
merupakan penerapan program yang telah ditetapkan di pengendalian
manajemen.Pengendalian operasi dilakukan dibawah pedoman proses pengendalian
manajemen dan difokuskan pada tugas tingkat bawah.
b.
Tipe Keputusan Manajemen
Pengambilan keputusan (decision making) adalah tindakan manajemen
dalam pemilihan alternatif untuk mencapai sasaran. Keputusan dibagi dalam 3
tipe. (Reskino, 1997)
1.
Keputusan Terprogram/ Keputusan
Terstruktur
Merupakan keputusan yang
berulang-ulang dan rutin, sehingga dapat diprogram. Keputusan terstruktur
terjadi dan dilakukan terutama pada manjemen tingkat bawah. Contoh : keputusan
pemesanan barang, keputusan penagihan piutang,dan lain-lain.
2.
Keputusan Setengah Terprogram /
Setengah Terstruktur
Keputusan yang sebagian dapat
diprogram, sebagian berulang-ulang dan rutin dan sebagian tidak terstruktur.
Keputusan ini seringnya bersifat rumit dan membutuhkan perhitungan-perhitungan
serta analisis yang terperinci. Contoh : Keputusan membeli sistem komputer yang
lebih canggih, keputusan alokasi dana promosi.
3.
Keputusan Tidak Terprogram/ Tidak
Terstruktur
Merupakan keputusan yang tidak
terjadi berulang-ulang dan tidak selalu terjadi. Keputusan ini terjadi di manajemen
tingkat atas. Informasi untuk pengambilan keputusan tidak terstruktur tidak
mudah untuk didapatkan dan tidak mudah tersedia dan biasanya berasal dari
lingkungan luar. Pengalaman manajer merupakan hal yang sangat penting didalam
pengambilan keputusan tidak terstruktur. Keputusan untuk bergabung dengan
perusahaan lain adalah contoh keputusan tidak terstruktur yang jarang terjadi.
c.
Tipe Informasi
Sistem informasi sekarang peranannya
tidak hanya sebagai pengumpul data dan mengolahnya menjadi informasi berupa
laporan keuangan saja, tetapi mempunyai peranan yang lebih penting di dalam
menyediakan informasi bagi manajemen untuk fungsi perencanaan, alokasi sumber
daya, pengukuran dan pengendalian. Laporan dari sistem informasi memberikan
informasi kepada manajemen mengenai permasalahan yang terjadi didalam
organisasi untuk menjadi bukti yang berguna didalam menentukan tindakan yg
diambil. Sistem informasi menyediakan 3 macam tipe informasi (Reskino, 1997).
1.
Informasi Pengumpulan Data (Scorekeeping Information)
Merupakan informasi yang berupa
akumulasi atau pengumpulan data untuk menjawab pertanyaan. Berguna bagi manajer
bawah untuk mengevaluasi kinerja personil-personilnya.
2.
Informasi Pengarahan Perhatian (Attention Directing Information)
Merupakan informasi yang membantu
manajemen memusatkan perhatian pada masalah-masalah yang menyimpang. Informasi
ini membantu manajemen menengah untuk melihat penyimpangan yang terjadi.
3.
Informasi Pemecahan Masalah (Problem Solving Information)
Merupakan informasi untuk membantu
para manajer atas mengambil keputusan memecahkan permasalahan yang dihadapinya.
Problem solving biasanya dihubungkan
dengan keputusan yg tidak berulang-ulang serta situasi yang membutuhkan
analisis yang dilakukan oleh manajemen tingkat atas.
d.
Karakteristik Informasi
Untuk
mendukung keputusan yang akan dilakukan oleh manajemen, maka manajemen
membutuhkan informasi yang berguna. Untuk tiap-tiap tingkatan manajemen dengan
kegiatan yang berbeda-beda, dibutuhkan informasi yang berbeda-beda pula,
karakteristik informasi ini antara lain:
1.
Kepadatan Informasi
Untuk manajemen tingkat bawah,
karakteristik informasinya adalah terperinci dan kurang padat, karena terutama
digunakan untuk pengendalian operasi. Sedang untuk manajemen yang lebih tinggi
tingkatannya, mempunyai karakteristik informasi yang semakin tersaring lebih
ringkas dan padat.
2.
Luas Informasi
Manajemen bawah karakteristik
informasi. Adalah terfokus pada suatu masalah tertentu, karena digunakan oleh
manajer bawah yang mempunyai tugas yang khusus. Untuk manajer tingkat tinggi,
karakteristik informasi yang semakin luas, karena manajemen atas berhubungan
dengan masalah yang luas.
3.
Frekuensi Informasi
Manajemen tingkat bawah frekuensi
informasi yang diterimanya adalah rutin, karena digunakan oleh manajer bawah yang
mempunyai tugas yang terstruktur dengan pola yang berulang-ulang dari waktu ke
waktu. Manajemen tingkat tinggi, frekuensi informasinya adalah tidak rutin atau
mendadak, karena manajemen atas berhubungan dengan pengambilan keputusan tidak
terstruktur yang pola dan waktunya tidak jelas.
4.
Waktu Informasi
Manajemen tingkat bawah, informasi yang
dibutuhkan adalah informasi historis, karena digunakan oleh manajer bawah di
dalam pengendalian operasi yang memeriksa tugas rutin yang sudah terjadi. Untuk
manajemen tingkat tinggi, waktu informasi lebih ke masa depan berupa informasi
prediksi karena digunakan untuk pengambilan keputusan strategik yang menyangkut
nilai masa depan.
5.
Akses Informasi
Level bawah membutuhkan informasi
yang periodenya berulang-ulang, sehingga dapat disediakan oleh bagian sistem
informasi yang memberikan dalam bentuk laporan periodik. Dengan demikian akses
informasi tidak dapat secara on line,
tetapi dapat secara off line.
Sebaliknya untuk level lebih tinggi, periode yang dibutuhkan tidak jelas,
sehingga manajer tingkat atas perlu disediakan akses on line untuk mengambil informasi kapan pun mereka membutuhkan.
6.
Sumber Informasi
Karena manajemen tingkat bawah lebih
berfokus pada pengendalian internal perusahaan, maka manajer tingkat bawah
lebih membutuhkan informasi dengan data yang bersumber dari internal perusahaan
sendiri, tetapi manajer tingkat atas lebih berorientasi pada masalah
perencanaan strategik yang berhubungan dengan lingkungan luar perusahaan,
sehingga membutuhkan informasi dengan data yang bersumber pada eksternal
perusahaan.
e.
Peran Manajemen
Menurut Simon (1960) peran manajemen
terdiri dari tiga hal, antara lain:
1.
Peran Interpersonal
Peran hubungan personal dapat
terdiri dari figur kepala (figur
head) : manajer mewakili organisasi untuk kegiatan di luar organisasi. Pemimpin
(leader) : manajer mengkoordinasi,
mengendalikan, memotivasi, dan mendukung bawahannya.
Penghubung (liaison) : manajer
menghubungkan personal-personal di semua tingkatan manajemen.
2.
Peran Informational
Peran dari manajer sebagai pusat
syaraf (nerve center) organisasi
untuk menerima informasi yang paling mutakhir dan sebagai penyebar (disseminator) informasi keseluruh
personal di organisasi. Peran informasi lainnya adalah manajer sebagai juru
bicara (spokesman) untuk menjawab
pertanyaan tentang informasi yang dimilikinya.
3.
Peran Decisional
Yang dilakukan oleh manajer adalah
sebagai entreprenuer, sebagai orang
yang menangani gangguan, sebagai orang yg mengalokasikan sumber daya
organisasi, dan sebagai negosiator jika terjadi konflik di dalam organisasi.
f.
Tahapan Pengambilan Keputusan
Simon (1960) memperkenalkan empat aktivitas dalam proses pengambilan keputusan
1. Intelligence: Pengumpulan informasi untuk mengidentifikasikan
permasalahan.
2. Design: Tahap perancangan solusi dalam bentuk alternatif pemecahan
masalah.
3. Choice: Tahap memilih dari solusi dari alternatif yang disediakan.
4. Implementation: Tahap melaksanakan keputusan dan melaporkan hasilnya.
D.
Tujuan Pengungkapan Akuntansi dalam Pasar Ekuitas.
Dalam ekonomi yang kompetitif,
pengungkapan koorperasi merupakan sarana untuk menyalurkan akuntabilitas
koorperasi kepada para penyedia modal (investor) dan untuk mepermudah alokasi
sumberdaya untuk pemanfaatan yang paling produktif. Suatu koorperasi perlu
menarik modal dalam jumlah yang sangat besar untuk pembiayaan aktivitas
produksi dan distribusi yang ekstensif. Oleh karena itu pembiyaan internal ini
sangat bergantung pada modal eksternal yang diinvestasikan oleh para investor
pada sebuah koorperasi, Sebagai timbal balik, seorang investor memerlukan
pengungkapan (tansparansi koorperasi) dimana para investor tersebut dapat
menilai kualitas saham yang mereka tanamkan.
Kaitan konseptual antara
pengungkapan yang meingkat dan biaya modal perusahaan dari teori perilaku
investasi dalam kondisi ketidakpastian, yaitu:
1.
Dalam dunia ketidakpastian, para investor
memandang pengembalian dari investasi sekuritas sebagai uang yang diterima
sebagai konsekwensi kepemilikan.
2.
Karena adanya ketidakpastian pengembalian ini dipandang
dalam pengertian probabilistik.
3.
Para investor menggunakan sejumlah ukuran berbeda untuk
mengukur hasil yang diharapkan dari suatu sekuritas.
4.
Para investor menyukai tingkat pengembalian yang tinggi
untuk tingkat resiko tertentu atau sebaliknya.
5.
Nilai sebuah sekuritas berhubungan positif dengan aliran
hasil yang diharapkan dan berhubungan terbalik dengan resiko yang berkaitan
dengan pengembalian tersebut.
6.
Jadi, Pengungkapan perusahaan akan meningkatkan distribusi
probabilitas dari hasil yang diharapkan oleh investor dengan mengurangi
ketidakpastian yang berhubungan dengan pengembalian tersebut. Sehingga akan
meningkatkan performance (kinerja
perusahaan) di mata para investor sehingga memikat para investor untuk
menginvestasikan yang lebih besar pada sekuritas yang sama sehingga dapat
mengurangi biaya modal. (Frederick dan Gary, 2005)
E.
Perbedaan Mendasar Praktek Pengungkapan Keuangan Perusahaan
dalam Berbagai Aspek.
Dalam keadaan informasi asimetri
yang tinggi, maka pemakai laporan keuangan tidak mempunyai informasi yang cukup
untuk mengetahui apakah laporan keuangan, khususnya laba telah dimanipulasi.
Teori market microstructure mengatakan bahwa salah satu masalah adverse selection yang dihadapi
pengambil keputusan adalah adanya kemungkinan informasi firm-specific yang
material tidak diungkapkan ke publik (Yanivi, 2003). Regulator pasar modal
dapat mengurangi asimetri informasi ini dengan membuat ketentuan minimal atas
pengungkapan yang perlu dilakukan oleh perusahaan yang terdaftar di bursa
saham. Salah satu regulasi tersebut adalah keputusan ketua Badan Pengawas Pasar
Modal nomor Kep-06/PM/2000 tentang pedoman penyajian laporan keuangan.
Greenstein dan Sami (1994) dalam Yanivi (2003) meneliti dan menemukan bahwa
kewajiban dari Securitas Exchange Commite
(SEC) mengenai disclosure segmentasi
perusahaan publik di pasar saham Amerika Serikat telah menurunkan informasi
asimetri yang ditunjukkan dengan mengecilnya bid-ask spread saham perusahaan.
Tingkat pengungkapan dalam laporan
keuangan akan membantu pengguna laporan keuangan untuk memahami isi dan angka
yang dilaporkan dalam laporan keuangan. Terdapat tiga tingkatan pengungkapan
yaitu pengungkapan penuh, pengungkapan wajar, dan pengungkapan cukup.
Pengungkapan penuh mengacu pada seluruh informasi yang diberikan oleh
perusahaan, baik informasi keuangan maupun informasi non keuangan. Pengungkapan
penuh tidak hanya meliputi laporan keuangan tetapi juga mencakup informasi yang
diberikan pada management letter, company
prospect dan sebagainya. Pengungkapan cukup adalah pengungkapan yang
diwajibkan oleh standar akuntansi yang berlaku. Sementara pengungkapan wajar
adalah pengungkapan cukup ditambah dengan informasi lain yang dapat berpengaruh
pada kewajaran laporan keuangan seperti contingencies,
commitments dan sebagainya.
Catatan atas laporan keuangan
meliputi penjelasan naratif atau rincian jumlah yang tertera dalam neraca,
laporan rugi laba, laporan arus kas, dan laporan perubahan ekuitas serta
informasi tambahan seperti kewajiban kontijensi dan komitmen. Catatan atas
laporan keuangan juga mencakup informasi yang diharuskan dan dianjurkan untuk
diungkapkan dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan serta
pengungkapan-pengungkapan lain yang diperlukan untuk menghasilkan penyajian
laporan keuangan secara wajar.
Catatan
atas laporan keuangan mengungkapkan:
1.
Informasi tentang dasar penyusunan laporan keuangan dan
kebijakan akuntansi yang dipilih dan ditetapkan terhadap peristiwa dan
transaksi penting.
2.
Informasi yang disajikan dalam PSAK tetapi tidak disajikan
di neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, dan laporan perubahan ekuitas.
3.
Informasi tambahan yang tidak disajikan dalam laporan
keuangan tetapi diperlukan dalam rangka penyajian secara wajar.
Tingkat pengungkapan dalam laporan
keuangan akan membantu pengguna laporan keuangan untuk memahami isi dan angka
yang dilaporkan dalam laporan keuangan. Terdapat tiga tingkatan pengungkapan
yaitu pengungkapan penuh, pengungkapan wajar, dan pengungkapan cukup.
Pengungkapan penuh mengacu pada seluruh informasi yang diberikan oleh
perusahaan, baik informasi keuangan maupun informasi non keuangan. Pengungkapan
penuh tidak hanya meliputi laporan keuangan tetapi juga mencakup informasi yang
diberikan pada management letter, company prospect dan sebagainya. Pengungkapan
cukup adalah pengungkapan yang diwajibkan oleh standar akuntansi yang berlaku.
Sementara pengungkapan wajar adalah pengungkapan cukup ditambah dengan
informasi lain yang dapat berpengaruh pada kewajaran laporan keuangan seperti
contingencies, commitments dan sebagainya. (Yanivi, 2003).
DAFTAR
PUSTAKA
Frederick D.S. Choi, dan Gary K. Meek. 2005. “International Accounting”. Jakarta :
Salemba Empat,
Rekisno, SE., Akt., M. Si. 1997. “Akuntansi Internasional”
Simon & Schuter (Asia) Pte, Ltd. Jakarta : Salemba Empat.
Simon, Herbert. 1960. “Decision
Making and Organizational Design.” In D.S. Pugh (Eds.). Organization
Theory. Great Britain: Pinguin Education.
Yanivi S. Bachtiar dan Veronica. 2003. “Hubungan antara
Manajemen Laba dengan Tingkat Pengungkapan Laporan Keuangan”. SNA 6, sesi 3/b,
Solo. Surabaya