Kamis, 31 Desember 2015

PROPOSAL PENGAJUAN PENULISAN ILMIAH

“ANALISIS PENGARUH ROA, ROE & CAR TERHADAP HARGA SAHAM PADA PT. BANK UMUM KOPERASI INDONESIA, TBK

DISUSUN OLEH:
Nama : Kholifah Dyta Novian
Npm : 24213842
Kelas : 3EB21
Fakultas/Jurusan : Ekonomi/Akuntansi

Universitas Gunadarma
2015/2016



BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Setiap perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasionalnya membutuhkan dana yang besar. Oleh karena itu, pihak perusahaan membutuhkan sumber dana yang tidak hanya berasal dari dalam perusahaan seperti modal pemilik atau laba ditahan tetapi juga membutuhkan sumber dana yang berasal dari luar perusahaan contohnya dari pihak investor dengan cara penjualan saham. Dari sisi ini, pihak investor akan berperan sangat penting dalam menentukan kelangsungan usaha bagi sebuah perusahaan, maka perusahaan akan berusaha untuk dapat menarik investor sebanyak mungkin agar dapat menanamkan modalnya di perusahaan mereka. Untuk perusahaan yang sudah go public, proses penjualan saham dapat dilakukan di pasar modal dimana inti dari kegiatan pasar modal adalah investasi, yaitu kegiatan menanamkan modal baik langsung maupun tidak langsung dengan harapan pada waktunya nanti pemilik modal mendapatkan sejumlah keuntungan dari hasil penanaman modal tersebut. Bagi para investor, melalui pasar modal mereka dapat memilih objek investasi dengan beragam tingkat pengembalian dan tingkat risiko yang dihadapi, sedangkan bagi para penerbit saham (emiten) melalui pasar modal mereka mengumpulkan dana jangka panjang untuk menunjang kelangsungan usaha mereka.

Berdasarkan uraian di atas, penulis merasa tertarik untuk mengadakan penelitian mengenai analisis regresi linier berganda dengan memilih judul “ANALISIS PENGARUH ROA, ROE & CAR TERHADAP HARGA SAHAM PADA PT. BANK UMUM KOPERASI INDONESIA, TBK”.







1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang penelitian yang telah dikemukakan sebelumnya, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Bagaimanakah nilai ROA, ROE, dan CAR pada PT. Bank Umum Koperasi Indonesia, Tbk ?
2. Seberapa besar pengaruh ROA, ROE, dan CAR terhadap harga saham pada PT. Bank Umum Koperasi Indonesia, Tbk secara simultan ?
1.3 Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan dan batasan masalah di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui bagaimanakah nilai ROA, ROE, dan CAR pada PT. Bank Umum Koperasi Indonesia, Tbk.
2. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh ROA, ROE, dan CAR terhadap harga saham pada PT. Bank Umum Koperasi Indonesia, Tbk secara simultan.
1.4 Metode Penelitian
Untuk memperoleh kesimpulan yang objektif, maka penulis melakukan berbagai macam cara untuk mengumpulkan data-data yang dapat mendukung penelitian ini dengan menggunakan beberapa metode sebagai berikut :

1.4.1 Objek Penelitian
Objek penelitian ini adalah PT. Bank Umum Koperasi Indonesia, Tbk yang merupakan salah satu bank terbesar di Indonesia. Alamat kantor PT. Bank Umum Koperasi Indonesia, Tbk berada di Jl. M.T. Haryono Kav. 50-51 (pancoran), Jakarta Selatan, Jakarta 12770.
1.4.2 Data / Variabel
Data sangat bermanfaat dalam suatu penelitian karena dapat memberikan informasi tentang suatu keadaan tertentu dan dapat dijadikan dasar objektif dalam proses pengambilan keputusan/kebijakan. Data yang diteliti adalah besarnya Return On Asset (ROA), Return On Equity (ROE), dan Capital Adequency Ratio (CAR) sebagai variabel bebas/independen (X) dan harga saham sebagai variabel terikat/dependen (Y).
1.4.3 Hipotesis
Pengujian hipotesis digunakan untuk mengetahui apakah ada pengaruh ROA, ROE, dan CAR terhadap harga saham. Apabila hipotesis awal (Ho) diterima maka hipotesis alternatif (Ha) ditolak, begitu pula sebaliknya. Penulis merumuskan hipotesis berdasarkan masalah penelitian tersebut adalah sebagai berikut :
Ho : Tidak ada pengaruh yang signifikan antara ROA, ROE, dan CAR terhadap harga saham.
Ha : Ada pengaruh yang signifikan antara ROA, ROE, dan CAR terhadap harga saham.

1.4.4 Alat Analisis
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan analisis kuantitatif dan analisis deskriptif yang ditampilkan dalam bentuk tabel yang merupakan hasil dari perhitungan rasio.
1. Analisis Kuantitatif
a. Return On Asset (ROA)
ROA =

b. Return On Equity (ROE)
ROE =

c. Capital Adequency Ratio (CAR)
CAR =

2. Analisis Deskriptif
a. Uji Normalitas
b. Uji Asumsi Klasik
1) Uji Autokorelasi
2) Uji Multikolinieritas
3) Uji Heteroskedastisitas
c. Analisis Regresi Linier Berganda
d. Uji Simultan dengan f test
e. Uji Parsial dengan t test

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Laporan Keuangan
Media yang dapat dipakai untuk meneliti kinerja perusahaan adalah lapoaran keuangan. Laporan keuangan merupakan suatu informasi yang menggambarkan kondisi perusahaan, dimana selanjutnya itu akan menjadi suatu informasi yang menggambarkan tentang kinerja suatu perusahaan.
Pengertian laporan keuangan menurut Bambang Riyanto (2011:327), Laporan Finansiil (Financial Statement), memberikan ikhtisar mengenai keadaan finansiil suatu perusahaan, dimana Neraca (Balance Sheet) mencerminkan nilai aktiva, utang dan modal sendiri pada suatu saat tertentu, dan Laporan Laba Rugi (Income Statement) mencerminkan hasil-hasil yang dicapai selama suatu periode tertentu biasanya meliputi periode satu tahun.

2.2 Tujuan Laporan Keuangan
Tujuan laporan keuangan, menurut Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Keuangan/IAI (2002:4) adalah sebagai berikut :
1. Laporan keuangan menyajikan informasi tentang posisi keuangan (aktiva, utang, dan modal pemilik) pada suatu saat tertentu.
2. Laporan keuangan menyajikan informasi kinerja (prestasi) perusahaan.
3. Return On Equity (ROE)
Salah satu pengukuran kinerja perusahaan dapat diukur dari perbandingan antara laba bersih dengan total akuitas yang disebut Return On Equity (ROE).
4. Capital Adequency Ratio (CAR)
Capital Adequency Ratio (CAR) adalah rasio kecukupan modal yang berfungsi menampung risiko kerugian yang kemungkinan dihadapi oleh bank


2.3 Pengertian Pasar Modal
Pasar modal (capital market) adalah suatu pengertian abstrak yang mempertemukan dua kelompok yang saling berhadapan tetapi yang kepentingannya saling mengisi, yaitu calon pemodal (investor) disatu pihak dan emiten yang membutuhkan dana jangka menengah atau jangka panjang dilain pihak, atau dengan kata lain adalah tempat (dalam artian abstrak) bertemunya penawaran dan permintaan dana jangka menengah atau panjang (Bambang Riyanto, 2011:219).
2.4 Instrumen Pasar Modal
1. Saham
Saham adalah tanda bukti pengambilan bagian atau peserta dalam suatu P.T. (Bambang Riyanto, 2011:240). Manfaat yang diperoleh dari pemilikan saham adalah deviden (bagian dari keuntungan yang dibagikan kepada pemilik saham); capital gain (keuntungan yang diperoleh dari selisih positif harga beli dan harga jual saham), dan manfaat non-finansial, yaitu mempunyai hak suara dalam aktivitas perusahaan.
2. Obligasi
Obligasi adalah surat pengakuan utang yang dikeluarkan oleh pemerintah atau perusahaan atau lembaga-lembaga lain sebagai pihak yang berutang yang mempunyai nilai nominal tertentu dan kesanggupan untuk membayar bunga secara periodik atas dasar presentase tertentu yang tetap (Bambang Riyanto, 2011:176).
2.5 Harga Saham
Menurut Sawidji Widoatmojo (2000:46) harga saham dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) :
a. Harga Nominal
Harga yang tercantum dalam sertifikat saham yang ditetapkan oleh emiten untuk menilai setiap lembar saham yang dikeluarkan.
b. Harga Perdana
Harga ini merupakan harga pada waktu harga saham tersebut dicatat di bursa efek. Harga saham pada pasar perdana biasanya ditetapkan oleh penjamin emisi (underwriter) dan emiten.
c. Harga pasar
Harga pasar adalah harga jual dari investor yang satu dengan investor yang lain. Harga ini terjadi setelah saham tersebut dicatatkan di bursa. Harga yang setiap hari diumumkan di surat kabar atau media lain adalah harga pasar.

BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Objek Penelitian
Objek penelitian ini adalah PT. Bank Umum Koperasi Indonesia Tbk dengan alamat kantor PT. Bank Danamon Indonesia Tbk berada di Jalan M.T. Haryono Kav. 50-51, Jakarta 12770,Indonesia .

3.2 Data / Variabel yang Digunakan
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan data sekunder berupa Laporan Keuangan PT. Bank Umum Koperasi Indonesia Tbk, yaitu Laporan Neraca dan Laporan Laba Rugi periode tahun 2009 sampai dengan periode tahun 2013beserta harga saham. Variabel yang digunakan yaitu ROA, ROE, dan CAR adalah variabel bebas, serta variabel terikat adalah harga saham.

3.3 Metode Pengumpulan Data
Penulis dalam mengumpulkan data perusahaan menggunakan penelitian kepustakaan dari bahan kuliah yang didapat selama masa perkuliahan serta situs-situs web, dan sumber-sumber lain yang mendukung penelitian ini. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berupa neraca dan laporan laba/rugi PT. Bank Umum Koperasi Indonesia Tbk periode tahun 2009 sampai dengan periode tahun 2013 serta data harga saham yang diperoleh dari situs  www.idx.co.id dan www.yahoofinance.com .

3.4 Hipotesis
Pengujian hipotesis digunakan untuk mengetahui apakah ada pengaruh ROA, ROE, dan CAR terhadap harga saham. Maka pengujian hipotesisnya adalah apabila hipotesis nol (Ho) diterima maka hipotesis alternatif (Ha) ditolak, begitu pula sebaliknya.
Penulis merumuskan hipotesis berdasarkan masalah penelitian tersebut adalah sebagai berikut :
Ho : Tidak ada pengaruh yang signifikan antara ROA, ROE, dan CAR terhadap harga saham.
Ha : Adapengaruh yang signifikan antara ROA, ROE, dan CAR terhadap harga saham.

3.5 Alat Analisis yang Digunakan
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan analisis kuantitatif dan analisis deskriptif yang ditampilkan dalam bentuk tabel yang merupakan hasil dari perhitungan rasio.
1. Analisis Kuantitatif
a. Return On Asset(ROA)
ROA =laba bersih
 x  100%
total aktiva              

b. Return on Equity(ROE)
ROE=   laba bersih
                                         x  100%
total ekuitas

c. Capital Adequency Ratio (CAR)
CAR =   modal
                                         x  100%
                                 ATMR
2. Analisis Deskriptif
f. Uji Normalitas
g. Uji Asumsi Klasik
4) Uji Autokorelasi
5) Uji Multikolinieritas
6) Uji Heteroskedastisitas
h. Analisis Regresi Linier Berganda
i. Uji Simultan dengan f test
j. Uji Parsial dengan t test


























DAFTAR PUSTAKA

Horne, James C. Van. 2007. Prinsip-prinsip Manajemen Keuangan. Jakarta. Salemba Empat.

Husnan, Suad. 2002. Manajemen Keuangan Teori dan Penerapan (Keputusan Jangka Pendek). Yogyakarta. BPFE-UGM.

K.Fred, Skousen. 2001. Akuntansi Keuangan Menengah. Jakarta. Salemba Empat
Darsono, Azhari. 2005. Pedoman Praktis Memahami Laporan Keuangan. Yogyakarta. Andi.

Priyatno Duwi.2009. Belajar Olah Data dengan SPSS 1. Yogyakarta:Andi

Riduwan. 2004. Metode dan Teknik Menyusun Tesis. Bandung. Alfabet.

Kamis, 12 November 2015

Karya Tulis Non Ilmiah (Dongeng)

CERITA SANGKURIANG LEGENDA TERJADINYA TANGKUBAN PARAHU


Zaman dahulu, disebuah kerajaan tinggal seorang puteri yang sangat cantik, Dayang Sumbi namanya. Karena kecantikanya, banyak raja dan pangeran yang ingin mempersuntingnya, sehingga mereka saling berperang memperebutkan dayang sumbi. Untuk menghindari peperangan dan mencegah jatuhnya banyak korban, dayang sumbi mengasingkan diri di hutan ditemani seekor anjing jantan yang bernama si Tumang.

Pada suatu hari ketika dayang sumbi tengah menenun kain, tempat tenun yang dia gunakan terjatuh. Karena gubuknya berada di atas pohon, dayang sumbi malas untuk mengambilnya. Lalu secara tak sengaja terlontar sumpah dari mulutnya. Siapapun yang mengambilkan tempat tenun itu dan membawanya padanya, maka jika dia lelaki akan dijadikan suami, dan jika perempuan akan dijadikan saudara. Tak disangka, ternyata si tumang yang mengambilkanya. Maka dayang sumbi harus menepati sumpah yang telah diucapkanya. Karena malu, sang raja mengasingkan dayang sumbi di tengah hutan bersama si tomang. Namun tanpa diketahui oleh dayang sumbi, si tomang sebenarnya adalah seorang dewa yang sangat tampan. Karena suatu kesalahan, dia diusir dari kahyangan dan dikutuk menjadi seekor anjing. Ketika bulan purnama, maka si tomang akan mampu berubah menjadi pemuda yang gagah dan tampan. 

Singkat cerita, akhirnya dayang sumbi mengandung dan lahirlah seorang anak lelaki yang kuat dan cerdas, dia diberi nama Sangkuriang. Karena memiliki keturunan dewa, sangkuriang memiliki wajah yang tampan dan juga gagah. Tiap hari dia berburu di hutan ditemani oleh si tomang, ayahnya. Namun sang kuriang tidak tahu bahwa si tomang adalah ayah kandungnya.

Hingga pada suatu hari, dayang sumbi ingin memakan hati menjangan. Sangkuriang pun pergi ke hutan untuk berburu. Namun sudah lama dia mengitari hutan, tak satupun dia temukan. Akhirnya Sang kuriang melihat seekor babi hutan, dia berniat menangkap babi itu untuk diambil hatinya, dan berbohong pada ibunya bahwa itu adalah hati menjangan. Lalu sangkuriang memerintahkan si tomang untuk mengejar babi itu, namun si tomang tidak mau dan hanya duduk diam. Sang kuriang lalu mencoba menakuti si tomang dengan panahnya, berharap si tomang menurut. Namun tanpa disengaja, anak panah itu terlepas mengenai si tomang, dan mati.

Karena merasa bingung, akhirnya sang kuring mengambil hati si tomang dan membawanya pada ibunya, dia berkata bahwa itu adalah hati menjangan. Namun betapa terkejutnya dayang sumbi setelah tahu bahwa itu hati si tomang, suaminya. Dayang sumbi marah dan.memukul kepala sangkuriang dengan gayung dari batok kelapa hingga terluka. Karena ketakutan, sang kuriang akhirnya lari pergi dari rumah.

Dayang sumbi merasa menyesal setelah kejadian itu, dan dia bertapa meminta pada yang kuasa agar suatu saat bisa bertemu lagi dengan anaknya. Sementara itu, sang kuriang mengembara berkeliling ke seluruh negeri. Dia berguru pada banyak pertapa sakti, hingga kini dia menjadi pemuda yang gagah, tampan, dan sakti mandra guna. 

Hingga beberapa tahun berlalu, pengembaraan sang kuriang membawanya kembali ke tempat dayang sumbi bertapa. Tak sengaja mereka bertemu di sungai. Dayang sumbi yang tak tahu bahwa itu adalah anaknya, akhirnya jatuh cinta, begitupun sangkuriang yang tak tahu bahwa wanita cantik itu adalah ibu kandungnya. Mereka berdua akhirnya saling jatuh cinta.

Namun ketika tengah membelai rambut sangkuriang yang bersandar dipangkuannya, dayang sumbi melihat bekas luka yang dimiliki sangkuriang. Begitu sadar bahwa pemuda di depannya adalah anaknya sendiri, dayang sumbi langsung menolak sangkuriang dan berkata bahwa dia adalah ibunya.

Sang kuriang yang sudah dibutakan cinta, tak percaya dan tak mau perduli. Dia tetap memaksa agar dayang sumbi mau menikah dengannya. Akhirnya, dayang sumbi mencoba menolak dengan halus. Dia mau menikah dengan sebuah syarat. Yaitu, sangkuriang harus mampu membuat sebuah perahu besar dan membendung sungai citarum dalam waktu satu malam. Karena kesaktian yang dimiliki, sang kuriang menyanggupi. Dia meminta bantuan pada makhluk-makhluk halus yang menjadi anak buahnya berkat kesaktianya. Bendungan dan perahu hampir selesai kurang dari satu malam.

Melihat hal itu, dayang sumbi menjadi gelisah. Dia berdo'a pada Sang Maha Kuasa agar bendungan itu tidak bisa selesai. Dayang sumbi lalu melemparkan kain putih yang ditenunnya. Secara ajaib, kain itu bercahaya sangat terang seperti cahaya fajar. Sehingga para makhluk halus yang membantu sangkuriang ketakutan lalu menghilang. Menyadari pekerjaanya gagal, sang kuriang menjadi marah. Dia menendang perahu yang dibuatnya ke angkasa, dan jatuh tertelungkup di tanah. Dan konon katanya, perahu yang ditendang itu kini berubah menjadi gunung Tangkuban parahu. Sedangkan dayang sumbi agar bebas daru kejaran anaknya, berubah menjadi sebuah bunga.



Referensi

http://dongengterbaru.blogspot.co.id/2015/09/cerita-sangkuriang-legenda-tangkuban-parahu.html?m=1

Sabtu, 16 Mei 2015

Kasus Perekonomian Internasional

Matinya Dollar Zimbabwe

Bank sentral negara di Afrika ini menyatakan, pekan depan, warga yang memiliki rekening dengan dollar Zimbabwe bisa menukarkannya dengan dollar AS. Kursnya, 170 kuadriliun dollar Zimbabwe bisa ditukar dengan 5 dollar AS. Satu kuadriliun sama artinya dengan 1.000.000.000.000.000 atau 1.000 triliun!  
Zimbabwe mulai menggunakan mata uang asing, seperti dollar AS atau rand Afrika Selatan sejak 2009. Hal ini dilakukan setelah nilai dollar Zimbabwe hancur lebur bagai debu tergilas hiperinflasi yang mencapai 500 miliar persen pada tahun 2008.
Di puncak krisis ekonomi Zimbabwe pada tahun 2008, warganya harus membawa uang dalam karung sekadar untuk membeli kebutuhan pokok, seperti roti dan susu. Harga barang-barang di negara ini naik setidaknya dua kali dalam sehari.
Gubernur Reserve Bank of Zimbabwe (RBZ) John Mangudya mengatakan, mulai Senin depan, warga yang memiliki rekening dengan dollar Zimbabwe sebelum Maret 2009 dapat menghubungi bank-nya untuk menukarkan isi rekeningnya ke dalam dollar AS.
Pemilik uang senilai hingga 175 kuadriliun dollar Zimbabwe bisa menukarnya dengan dollar AS senilai 5 dollar AS. Sementara itu, mereka yang memiliki uang dengan nilai di atas 175 kuadriliun dollar Zimbabwe bisa menukarkannya ke dollar AS dengan kurs 35 kuadriliun dollar Zimbabwe per dollar AS.
RBZ menyatakan, warga yang masih menyimpan dollar Zimbabwe lama bisa datang ke bank mana saja dan menukarkan uangnya ke dollar AS dengan kurs 250 triliun dollar Zimbabwe per dollar AS.
Dengan proses konversi ini, dollar Zimbabwe secara resmi mati, alias tak lagi dipakai.

Warga Zimbabwe harus menunggu hingga September nanti untuk menukarkan uang tunai (bank notes). Kini, sebagian warga mulai menjualnya sebagai suvenir kepada para turis

Minggu, 25 Januari 2015

PERANAN KOPERASI

Menurut Undang-undang No. 25 tahun 1992 Pasal 4 dijelaskan bahwa koperasi memiliki fungsi dan peranan antara lain yaitu mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota dan masyarakat, berupaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia, memperkokoh perekonomian rakyat, mengembangkan perekonomian nasional, serta mengembangkan kreativitas dan jiwa berorganisasi bagi pelajar bangsa.


Peran koperasi dalam memajukan perekonomian masyarakat dari dulu hingga saat ini  sangat lah banyak. Karena masyarakat dapat meminjam atau berdagang pada koperasi tersebut. Bukan hanya itu saja  peranan yang dilakukan koperasi juga dapat membantu Negara untuk menggembangkan usaha kecil yang ada dalam masyarakat.


Peranan koperasi dalam perekonomian Indonesia adalah :

Alat pendemokrasi ekonomiAlat perjuangan ekonomi untuk mempertinggi kesejahteraan rakyatMembantu pemerintah dalam mengelola cabang-cabang produksi yang tidak menguasai hajat hidup orang banyakSebagai soko guru perekonomian nasional Indonesia (tiang utama pembangunan ekonomi nasional)Membantu pemerintah dalam meletakkan fondasi perekonomian nasional yang kuat dengan menjalankan prinsip-prinsip koperasi Indonesia 

Peran Koperasi diberbagai Keadaan Persaingan

1. Di Pasar Persaingan Sempurna

Ciri-ciri pasar persaingan sempurna :

- Adanya penjual dan pembeli yang sangat

banyak

. Produk yang dijual perusahaan adalah

sejenis (homogen)

. Perusahaan bebas untuk mesuk dan keluar

. Para pembeli dan penjual memiliki informasi

yang sempurna

2.Di Pasar Monopolistik

-Banyak pejual atau pengusaha dari suatu produk yang beragam

. Produk yang dihasilkan tidak homogen

. Ada produk substitusinya

. Keluar atau masuk ke industri relatif mudah

. berbeda-beda sesuai dengan keinginan penjualnya

3.Di Pasar Monopsoni
-Disini ada penjual banyak tetapi hanya ada satu

Pembeli.

4.Di Pasar Oligopoli
Oligopoli adalah struktur pasar dimana hanya ada beberapa perusahaan(penjual) yang menguasai pasar Dua strategi dasar untuk Koperasi dalam pasar

oligopoli yaitu strategi harga dan nonharga.

Untuk menghindari perang harga, perusahaan akan mengadakan product defferentiation dan memperluas pasar dengan cara melakukan kegiatan advertensi,

membedakan mutu dan bentuk produk.

• Penawaran Harga yang bersifat Predator

• Price Leadership



Sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Koperasi 
http://muhammad-handy.blogspot.com/2012/11/koperasi.html
http://rachmadhidayatullah02.blogspot.com/2013/01/peranan-koperasi.html?m=1